Sudah saatnya. Rumah ini terlalu besar untuk kami berempat. Sudah malas membersihkannya dan lagi rumah yang terletak di jantung margahayu ini sudah terlalu bising. Kasian kalau terus terusan melihat bapak selalu kaget akibat motor yang kebut-kebutan dan macet di sore hari karena sudah terlalu banyak pedagang di sepanjang jalan tata surya. . Jantungnya sudah tidak sekuat dulu.
Kami sepakat untuk pindah.
Semua sudah dipak dan siap untuk menempati rumah baru kecuali kamar saya. Kamar saya masih berantakan seperti biasa karena walaupun saya yang paling semangat untuk pindah tapi entah kenapa ketika hari itu semakin dekat saya semakin malas.
Saya terlalu menyatu dengan kamar ini. Kamar oranye ini. Terlalu banyak yang terjadi di kamar ini. Belum lagi lemari kayu jati yang umurnya sama dengan saya rencananya tidak akan dibawa karena perlu 10 orang untuk mengangkutnya. Saya sedih. Saya suka lemari itu. Kokoh dan tua.
Saya sedih tapi saya tidak mau mengakuinya. Tidak di depan Mama Rita dan Bapak.
Rumah ini saksi bisu akan banyak hal
- Beke, anjing kesayangan saya yang sudah mati 7 tahun yang lalu adalah anjing pertama di rumah ini. Kuburannya ada di halaman depan. Saya masih ingat bagaimana saya bangun di pagi hari, melihat keluar lewat jendela dan mendapati beke sedang berjemur di tangga. Lalu dia akan berlari ke kamar dan menggonggong seolah berkata “ayo mainn!!”
- Mama Rita pernah keguguran di tahun 1991 karena terlalu tua untuk hamil. Saya merasa aneh karena setelah 11 tahun menjadi si bungsu agak sulit menerima kenyataan bahwa sebenarnya saya punya adik walaupun usia kehamilan Mama Rita baru 2 bulan waktu itu.
- 2 Juli 1993, di sini saya pertama kali menstruasi dan merasa kesal dan bertanya tanya kenapa perempuan harus mens?
- Mama Rita pernah kehabisan uang karena main judi. Bapak lagi di luar kota. Saya waktu itu SMA. Tidak ada makanan di rumah. Saya punya 5000. Kami beli tahu dan masak gule tahu. Itu tahu terenak yang pernah saya makan. Lalu Mama Rita menyuruh saya untuk hujan-hujanan karena dia tahu saya suka hujan. Itu hari istimewa untuk saya.
- Pertengkaran saya dan Mama Rita karena dia sering bermain judi. Piring, gelas, tas mahalnya, sampai pintu kamar sudah menjadi korban karena kami saling menghancurkan, menendang, dan membanting banyak barang untuk meluapkan amarah.
- Saya suka bermain di loteng, tempat jemuran dan bermain di atas genteng (dulu belum segendut sekarang) dengan beke, boncel, dan kancil – anjing2 saya. Bapak marah. Saya sembunyi di loteng dari sore sampai malam karena takut. Bapak datang lalu menyuruh saya turun dan kami makan martabak bersama.
- 2 Agustus 1998, saya menggunduli kepala. Bapak tidak marah, dia hanya bilang ‘ok. Besok pagi kita belajar trigonometri lagi.’
- Saya dan abang saya yang pertama, Henry, pernah bermusuhan selama 16 bulan untuk hal sepele. Hanya karena dia lupa menyiram kencingnya di WC dan mengotori dapur.
- 11 April 1999, saya dibaptis dewasa dan kami merayakannya dengan doa bersama keluarga besar Tobing seBandung. Di sana saya minta maaf pada Henry. Saya menangis. Sejak saat itu, kami tidak pernah bermusuhan lagi.
- Tahun 2000, saya mewarnai rambut saya menjadi merah. Bapak marah. Dia bilang ‘sebelum rambutmu hitam, jangan balik ke rumah ini!’. Saya tinggal di tempat tante dan keliling Jakarta-Jogja sampai 5 bulan. Saya hitamkan rambut dan kembali ke rumah. Bapak yang buka pintu dan menerima pear hijau, buah kesukaannya. Dia bilang ‘lebih cantik kau kalau rambutmu hitam’.
Banyak lagi. Tiap kali saya mengepak barang dan membongkar entah itu album foto, buku, dan buku harian-buku harian saya membuat pindah ini menjadi sangat sulit.
Terlalu banyak memori, cerita, dan drama dalam keluarga ini yang menempel dengan sempurna pada memento-memento yang saya bongkar..
Mungkin pindah di hari ulang tahun yang ke-30 bisa jadi momen yang tepat untuk saya. Untuk memulai yang baru.
Well.. 30 is the new 20, right? Mari muda kembali.
Ayo beresin, lioni :)
18 comments:
dramatis betul ini keluarga Tobing Margahayu ini..
HEH! MANA?! katanya mau dibikin skenario yang semacam Keluarga Cemara hah
ya ini masih belajar nulis lagi, bert.. aku kan tak sehebat kau! tenang.. kau ingatkan aku terus ya.. jangan bosan nyuruh aku nulis terus.. oke bert.. bert bert berttt.. bentar lagi 30 ini berrrttt..!!!
ohok ;(
*terharu*
*Lho!*
hedeh, dia ingat semua tanggal, dicatet li? hihihi pasti ada tumpukan buku hariran juga yang dibawa pindah ya?
tulisan perpisahannya baguusss..
hehehe.. itu mah inget aja koq tan.. klo dari buku harian mah masih banyak lagi yg bisa ditulis.. ini mah yg udah nempel di kepala. buku harian pasti dibawa donkkk.. hihihi.. horcrux gue itu :)
makasihh :)
New 20!! Setujuh ma kalimat ini. Ayo, bebereeeeeesssssssss...
waaa... lioni...
mengharukan, berasa ntn film drama hollywood... :)
kamu memang pandai bercerita!
gile ampe inget tanggal n detil kejadiannya, keren Li :D
hiks..
pindah kemana..?
hiks..
iya ini udah beres kooooqq .. hoh! capenyaa!
terima kasih ayiwww.. maap ya ga jadi melulu ngetehnya. nanti ya setelah pindahan :)
hehehe.. ya itu 'sakit' nya gue.. suka inget tanggal penting
udah gue sms yaaww..
btw lioni... bikin buku anak2 yuk :D
huh? ga salah lo ngajak gue? hihihihi
enggak... yuk :D
humm.. owkay.. mari mencoba.. mari bertemuuwww..
saya ikut terharu...ihik....
Post a Comment