saya selalu tertarik dengan mimpi. makanya ketika disodori komik sandman karya neil gaiman, girangnya setengah mati. saya cinta morpheus dengan segala bentuk afeksinya, kepolosannya, bahkan amarahnya yang kadang terlalu meledak.saya suka bermimpi. kadang juga tidak.
setiap bangun pagi, saya selalu berusaha diam beberapa saat untuk mengingat semua mimpi saya. sayang kalau tidak diingat.
kalau mimpi itu menyenangkan dia seperti tambahan energi untuk saya hidup hari itu.
kalau tidak, saya cepat-cepat melupakannya karena bisa jadi hari saya menjadi buruk.
mimpi mempengaruhi mood saya.
banyak yang bilang saya terlalu percaya dengan mimpi. terlalu terbawa dalam mimpi.
dan ketika nonton Inception kemarin ada dialog yang membuat saya tersenyum dan sedikit menangis.
"bagaimana kalau mereka tidur bukan untuk bermimpi tapi untuk bangun"
oneiros. tempat saya hidup. tempat saya terbangun.
sesekali saya mengunjungi oneiros. sangat surealis, sublim, dan terkadang ceria.
tapi oneiros ada disitu.
teman saya bilang ada yg ga beres ama kepala saya karena dalam 5 menit tidur, saya bisa langsung bermimpi. tapi saya kira banyak orang yang mengalami hal sama.
dia juga bilang bahwa mungkin saya harus diperiksa karena sering mengalami dejavu dan kembali ke dunia oneiros itu.
entah.
tapi saya sudah terlanjur mencintai oneiros.
No comments:
Post a Comment