Friday, July 16, 2010

(id)entitas

Beberapa tulisan menyangkut topik ini pernah saya posting di sini ketika saya di India. Tulisan kali ini lebih pada ringkasan apa saja yang saya pelajari di sana.

Selama satu bulan, tiap hari kami belajar mengenali diri sendiri dan orang lain. Mulai dari yang paling dasar seperti warna kulit, jenis kelamin, warna rambut, apapun yang tangible. Sedangkan identitas yang intangible itu seperti pekerjaan, agama, status single, menikah, dll. Banyak. 

Sebegitu mudahnya kita mengidentifikasi orang, apakah dia kurus atau gendut, berambut lurus atau keriting, berjanggut atau tidak, dan banyak lagi. Proses yang kamu lakukan ketika mengidentifikasi ini adalah profiling. Lioni itu perempuan, gendut, seksi (maunya), hidungnya pesek, pahanya sebesar ikan paus, cantik (haha!) dan ternyata lioni adalah seorang batak bukan india seperti sangkaan banyak orang, dst.

Selain profiling ada istilah lain seperti stereotyping. Tau lah apa itu artinya. Kalau lioni itu orang batak berarti lioni galak, suaranya besar dan lantang, suka main judi. Atau si Sunda berarti dia matre. Si Padang berarti pelit dan banyak hal. Stereotyping. Ga apa apa sih. Barebas. Tapi nanti dulu. Kita bahas yang lain.

Identitas bersifat dinamis. Tidak pernah tetap. Itu seperti judul situs ini.. all is flux, nothing stays still. Begitu juga dengan identitas kamu. Kulitmu hitam? Pergilah ke Afrika, kulit kamu akan menjadi putih di antara orang-orang itu. Kulitmu putih? Ah, pergilah ke Korea, apa masih berani bilang kulit kamu putih? Berubah menjadikan identitas itu sangat dinamis.

Identitas menjadi sangat penting. Tanpa identitas, apa jadinya diri kamu? Kosong.  Identitas membuat kamu menjadi berbeda dan unik. Tapi yang paling penting ketika membicarakan identitas adalah esksitensi orang di luar kamu.

Ok. Saya ajak kamu untuk kenalan dengan kakek tua yang keras kepala bernama Herakleitos. Dia filsuf favorit saya. Dia bilang, proses menjadinya sesuatu karena ada yang lain di luar sesuatu itu. Bayangkan kalau kamu sendirian. Siapa yang akan memberikan kamu identitas? Ketika kamu sendiri, benar-benar sendiri, tidak ada siapapun, dari mana kamu tahu kalau kamu itu perempuan/lelaki, berkulit hitam/putih dll. Orang lain memberikan identitas pada kamu dan begitu juga sebaliknya. Manis bukan?

Sudah mengerti. Nah. Dari identitas banyak hal yang dibicarakan selama saya di School of Peace. Salah satu identitas yang menjadi topik pembicaraan hangat berabad-abad lamanya. Identitas yang menjadi ciri khas India dan orang Hindu. Identitas yang menyebabkan jutaan korban mati sia-sia.

Ya. Kasta.

Itu akan jadi tulisan saya selanjutnya..

3 comments:

ari doki said...

nanti klo punya anak, akan kunamai dia Identitas ato Jatidiri biar dia dicari dan bertemu banyak org :p

Lioni Beatrix said...

ouw ide yang bagus :)

dewi deme said...

ayo ditunggu tulisan kasta-nya ;)