Saturday, July 17, 2010

dalit, devadasi, bandhavi

Sebenarnya saya pernah posting tulisan tentang kasta di sini.

Kasta, identitas paling penting di India (dan sebenarnya di banyak negara lainnya). Kasta menandakan tingkat sosial. Yang menyedihkan jika tadi kita menyimpulkan bahwa identitas itu berubah dan dinamis, tapi tidak dengan kasta. Ia identitas tetap. FIXED.

Ada empat kasta di India : brahmin, ksatria, vaisya, dan sudra. Tapi ada kasta yang tersembunyi. Dia dianggap tidak ada karena dia tidak penting. Dalit atau kamu lebih akrab dengan istilah Paria, itu kasta kelima.

Dalit tidak bisa hidup setara dengan yang lain. Dia lebih rendah dari semua tingkatan kasta yang ada. Dia sejajar dengan kecoa yang sering kamu lempar dengan sendal, dan puntung rokok yang kamu injak.The untouchable caste, begitu mereka memberi istilah lain untuk dalit. Tidak bisa disentuh bukan karena mereka begitu agung tapi karena mereka dianggap makhluk menjijikkan.

Di bulan pertama ini saya belajar tentang identitas yang tetap, kasta. Difokuskan pada kasta kelima dan masalah lain dari kasta ini yaitu tentang Dalit, Devadasi, dan Bandhavi.

Dalit. Bulan pertama ini saya melakukan kunjungan lapangan. Kami ke Koppal, sebelah utara Bengaluru. Kami bertemu dengan banyak dalit. Saya pergi ke sebuah desa di pedalaman Koppal dan kata seorang teman yang tinggal di sana, kami terlambat sehari. Katanya baru saja kemarin ada seorang dalit yang dipaksa memakan kotoran manusia di tengah kampung ditonton banyak orang oleh tuannya yang tentu saja, Brahmin.

hum. saya beruntung saya terlambat.

Iya itu benar-benar terjadi. 24 Februari 2008. Saya ingat karena saya berada di Koppal tanggal 25 Februari 2008. Saya tidak berkata apa apa. Saya hanya diam. Bingung bagaimana menanggapinya. Karena jahat bukanlah kata yang tepat. Kejam? Tidak, ini lebih dari itu. Kata makian yang paling menjijikkan pun tidak ada yang tepat untuk menggambarkan pebuatan terkutuk itu.

Sekarang bercerita tentang Devadasi. Mereka juga dalit, perempuan dalit. Kamu sebenarnya bisa baca di sini.

Bagaimana dengan Bandhavi? Bandhavi adalah istilah yang digunakan oleh Visthar untuk anak-anak perempuan dari Devadasi. Visthar, yayasan yang berfokus pada pendidikan anak dan isu gender, memelihara sekitar 200 anak Bandhavi. Mereka mengumpulkan anak-anak perempuan Devadasi di daerah selatan India terutama di Koppal dan Kerala. Dua ratus anak perempuan Bandhavi ini tinggal di asrama dan disekolahkan oleh Visthar.

Suatu hari, para perempuan Devadasi datang untuk tidur bersama anak-anak mereka di Visthar. Mereka bisa bertemu dua kali setahun. Satu kali perempuan Devadasi yang datang ke Visthar dan kali kedua, anak-anak yang mengunjungi ibu mereka di kampung.

Visthar memang belum bisa membebaskan semua perempuan Devadasi. Sampai saat ini banyak perempuan Devadasi di daerah selatan India terjebak di kuil-kuil Hindu untuk ‘melayani’ para pendeta. Tetapi anak-anak Bandhavi punya harapan lain untuk menjalani kehidupan yang berbeda dari ibu mereka. Jauh berbeda.

Hampir sepuluh tahun, Visthar berusaha melakukan pendekatan pada perempuan Devadasi untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka.

Dua ratus anak perempuan Bandhavi bisa diselamatkan.

Mereka ada di Visthar. Di dekat saya. Saya bermain, belajar, menari, dan menyanyi bersama mereka. Dengan bahasa seadanya,  kadang hanya mata kami yang berbicara atau senyum kami yang bermain. Mereka memberi keyakinan pada diri saya dan tentunya kamu bahwa ada harapan yang baik untuk dunia ini.

Sunyi dan mungil. Kadang kamu tidak bisa merasakannya. Tapi dia ada di setiap senyum, nyanyian, dan langkah kamu untuk sebuah perubahan.

..

No comments: