
saya ga ikutan earth hour. jujur saja, lupa. walau sering liyat iklannya di jalan dan internet (heheh.. ga nonton tipi uy), tetep aja lupa.
beberapa hari sebelumnya ketika melihat iklan earth hour di Bunderan HI saya berpikir sungguh ide brillian mengajak orang dengan "sadar" untuk mematikan listrik selama 1 jam penuh. akhirnya saya search data tentang earth hour di internet (dan saya melakukannya pas jam EARTH HOUR dilakukan.. hehehe).
tapi ternyata menurut cerita dari beberapa teman yang keliling kota, earth hour tidak berjalan secara massal. hanya beberapa tempat saja mematikan lampu ya seperti balai kota, monas, dan lampu lampu jalan dan seperti yang Ime bilang bahkan gedung yang sedang dibangun pun mematikan lampunya (penting banget, Me!!).
sayang ya. padahal kalau sosialisasinya didukung oleh PLN dan PLN melakukan pemadaman listrik selama 1 jam saja (mungkin dengan pengecualian pada aktifitas industri 24 jam), earth hour bisa berjalan suxes.
dari blog teman yang saya baca, listrik sering sekali padam di luar jawa. sementara kota-kota di jawa terutama jakarta jarang sekali merasakan padam lampu selama 12 jam dalam 7 hari berturut turut misalnya.
mungkin memang harus ada blackout seperti yang terjadi di pulau jawa dan bali tanggal sekitar bulan maret 1999. apa kalian ingat hari itu?
saya ingat. seharian saya berjalan-jalan dengan dita dan makan malam dengan lilin. kami mengobrol. orang-orang juga mengobrol.
menyenangkan.
apalagi kalau ada alat EMP yang bisa menghentikan semua alat elektronik (kecuali rumah sakit dan bandara) sehari saja.
semua orang akan mengobrol.. melihat muka masing-masing, menatap mata, melihat senyum, dan mendengar tawa.
bukan lewat muka buku alias facebook.
bukan lewat layar ponsel atau layar komputer.
tanpa emoticon.
bukan hypertextreality.
apa yang akan terjadi ya?
9 comments:
bahagia, pasti :)
Tapi sih gue gak kebayang yah kalo beneran dimatiin dari PLN pasti banyak yang ngamuk-ngamuk.. Kemaren aja ada lho orang yang ngomel-ngomel soal program earth hour ini.. Padahal sukarela lho.. Sedih deh aku, kita kan hidup di bumi yang sama..
mslhnya bukan rela apa engga, tp kalo gada listrik kan ga bs maen GTA, guitarhero ato dotA, ga bs baca scanlation yg menumpuk di hdisk dan ga bs mencacimaki idolacilik dlm hati :)
Pernah ada 2 minggu black out di Banda Aceh. Ujung2nya jadi digilir sih. Hasilnya? Waktu yang tepat untuk main ke rumah teman dengan alasan mau nonton bola. Tentunya, ada alasan lain ;)
Iya ya, mati lampu Jawa Bali waktu itu lumayan seru. Semua orang pergi ke BIP, walaupun BIP nya juga mati lampu. Dan makan malam ditemani cahaya lilin itu menyenangkan walaupun jadi salah nyolek sambel. Tapi kan jadi ketawa-ketawa yaaa.. Hehehe...
Btw, Lioni, jaman-jaman itu, mau mati lampu atau enggak, kita mah hayoh weh jalan-jalan...
justruuu kita tidak mau di matikan oleh PLN darling... disini tidak ada pemaksaan, justru kita berharap kesadaran dari masing2 masyarakat jakarta untuk dgn ikhlas mematikan lampu, dan partisipasi bersama milyaran penduduk dunia lainnnya mematikan lampu serentak demi BUMI yang sehat. :D
Kemaren gue lupa juga. Tadinya mau jalan2 sejam di luar sama guguk sementara lampu mati. Tapi jadwalnya diganti belanja bahan makanan karena kulkas kosong. Pas nyampe rumah udah jam 10 :p
Besoknya gue ninggalin rumah sambil lupa nyalain lampu sampe jam 7. Sampe rumah Beka marah-marah. Sampai setengah jam kemudian dia masih nempel gue dengan pandangan mata "jangan tinggalkan akuuu". Dia takut ditinggal gelap2 sendirian (berdua deng, sama Abi). Guguk macam apa itu. :p
Yang pasti, kalo mendadak semua HP mati, agak susah juga ya pacaran jarak jauh. :(
Kalo yang mati BB doang boleh gak? AHAHAHAH!
program kb buyar
bae we atuh li..masa orang ngga boleh salah liat..hehehe..
tapi emang ada juga kok yang ngga mau ikut karena katanya banyak kerjaan..huhuhu..
Post a Comment