Friday, September 12, 2008

ketika aku bertanya tataplah mataku..

aku bertanya
kau hanya menunduk
lalu kau terdiam..
aku menunggu...
kau menjawab dengan pelan
memalingkan kepalamu
sambil matamu menatap rumput di luar sana..
aku masih menunggu..
akhirnya kau menatapku
sedetik..
lalu kau menunduk kembali

aku tahu kau tersenyum



*untuk sore
thanks for the answer
i won't ask for more
:)



16 comments:

ric ky said...

wuih!

Lioni Beatrix said...

naon siah!!!
eh gue udah ketemu temen lo itu.. koq dia keliyatan muda sih.. dan lo keliyatan tua.. he he he

ric ky said...

wakwaw

Lioni Beatrix said...

hehe.. mungkin karena dia selibat kali ya.. makanya awet mudaw. ekekekee

Triasterina L said...

prikitiiiww...

ric ky said...

kalo gw keliatan lebih tua itu karena gw pernah belajar filsafat. ntar liat dia atau elo dah kalo udah kelar hihihi...

Lioni Beatrix said...

humm... kita buktikan nanti yaa :D
wakakakakakak

ichita suganda said...

puisi ini berbicara...aarrrreeghggghhh

Lioni Beatrix said...

berbicara pada siapaaaaaa..

ichita suganda said...

ke eke lah...eke tau yey lagi jatuh cinta

niken a said...

ha? udah dijawab?

Lioni Beatrix said...

sudah.. dengan sangat jelas

cilla bubbles said...

gw tau tuh rumput yang mana....nggak pake "dihalangi oleh jendela kotak2"? hehehe

Lioni Beatrix said...

kekekekeke... colek cila

'M ' said...

apa ini?
peh
ndak crita
peh

Lioni Beatrix said...

he he he bert..