Ketika kita melihat konflik dan mencoba menyelesaikannya, kadang kita hanya melihat permukaannya saja. Tidak mencoba menyelesaikan dengan melihat apa yang menjadi akar permasalahannya. Misalnya, kita melihat ada pengemis lalu kita hanya memberi uang. Ini namanya simpati.
Berbicara tentang transformasi artinya kita berempati. Tidak sekedar membantu hari ini tapi bagaimana membantu ke depan. Misalnya memberikan pengemis itu edukasi dan lain sebagainya. Bahasa Inggrisnya mah empowerement! ta..e..lah! kalo bahasa Indonesianya mah : kasih kailnya jangan ikannya! tapi bantuan juga mesti tepat sasaran bo! jangan asal kayak NGO luar pas bantuin korban gempa di jogja..
Kalian pasti tahu Mother Theresa. ya gue kaget aja klo ada yg ga tau seperti salah satu peserta SOP 2008. HAREEEE GEEENNEEEEE.. ga tau Mother Theresa.. eh terus kenapa kalo ga tau? HAHHAHA
Ya ya ya... Mother Theresa memang sudah meninggal tapi kita ingat hampir seumur hidupnya, ia membantu orang miskin dan kelaparan di Kalkuta. Memberi makan pada mereka, memberi tempat tinggal yang secukupnya agar orang-orang ini tetap hidup.
Apakah yang dilakukan Mother Theresa ini membawa transformasi? Empati atau Simpati? Memberi ikan atau kail?
Sementara itu, Indian Left Movement mengkritik habis-habisan pada dirinya. Mereka mengatakan : "NGAPAIN LO BANTUIN ORANG MISKIN DAN KELAPARAN. SIA - SIA TAU. MEREKA AKAN TERGANTUNG AMA DIRI KAMU DAN HIDUP MEREKA GA AKAN BERUBAH!"
Lalu Mother Theresa bilang "Saya melakukan apa yang bisa saya lakukan hari ini. Untuk masa depan adalah urusan kalian"
HAHAHAHAHAHHAHAHAHA.. gue suka Mother Theresa.. dia melakukan apa yang dia bisa dan kerennya dia ga peduli apa kata orang.. hahahaha
Jadi seperti kata temen gue bilang "JANGAN BISANYA DUDUK DAN BIKIN TEORI DOANK... PROAKTIF DONK!!"
Atau mungkin si Indian left movement ini mending cari cara supaya program mereka dan kerja Mother Theresa ini bisa terus berjalan secara simultan daripada cuma ngritik doank.

No comments:
Post a Comment