Tuesday, February 19, 2008

Dalit People

 

Setahu gue hidup dengan sistem kasta itu  bodoh. Setelah mendapatkan pelajaran tentang sistem kasta di India, gue jadi berpikir sistem itu IDIOT.

 

Sebagaimana kalian tahu bahwa di Hindu ada sistem kasta yang membagi manusia ke dalam empat kelas :

  1. Brahmana --> kepala. Yang berarti pengetahuan dating dari sini, kelas pendeta
  2. Kstaria -->  bahu dan tangan. Yang berarti pejuang, kesatria, ruling class
  3. Waisa -->  paha, kelas pedagang
  4. Sudra -->  kaki, kelas pekerja.

Di luar empat kelas ini ternyata masih ada kelas yang tersembunyi. Kelas ini terletak di bawah kaki. Disebut The Untouchables Class atau dengan kata lain Dalit. Dalit dalam bahasa India berarti “sesuatu yang diinjak oleh tumit”. Apa yang diinjak oleh tumit? Ya bisa rokok, kecoa, tai, dan lain lain.

 

Aturan-aturan ini ternyata ada di dalam Bhagavad Gita dan sebagai pewahyunya yaitu “nabi” bernama Manu mengeluarkan aturan tersebut. The Laws Of Manu yang mengatur bagaimana hubungan antara empat kasta.

 

Dalit dipercaya sebagai Indigenous People of India. Mereka yang pertama kali tinggal di sini. Tetapi ketika bangsa Arya datang menginvasi India dan menekan kaum Dravida ke selatan India. Makanya kalian akan menemukan banyak Dalit People di India Selatan. Karena India Utara sudah dikuasai oleh Arya. Merekalah yang membuat aturan-aturan ini.

 

Dalit People adalah sekelompok orang yang memelihara ternak, membersihkan selokan, dan mengelola tanah. Dia bukan Sudra karena banyak Dalit yang tidak mau mengakui dirinya sebagai Hindu. Maka dari itu banyak sekali orang Kristen, Islam, dan Buddha merupakan bagian dari Dalit karena jika mereka Hindu mereka akan menjadi kelas terbawaaaaaaaaaaaaahhhhhh.

 

Sebegitu rendahnya, Dalit boleh memakan bangkai sapi dan kaum Brahmana akan sangat benci dengan hal ini. Tapi karena kaum Dalit kekurangan makanan mereka tidak punya pilihan lain. Mending makan bangkai sapi daripada ikut-ikutan jadi bangkai karena lapar.

Dalit tidak boleh sekolah. Tidak boleh membaca kita suci. Jika mereka membaca kitab suci atau bahkan mendengar seseorang membaca kitab suci, lidah atau telinga mereka harus dipotong!

 

Masalah ini memang sudah menjadi isu penting puluhan tahun lamanya. Bahkan oleh Gandhi pun. Tapi yang baru gue tau adalah Gandhi tidak memperjuangkan agar sistem kasta ini dihilangkan. Tetapi setiap orang hendaknya menganggap sesamanya secara egaliter.

 

Berbeda dengan Dr. BR Ambedkar. Dia seorang Dalit yang dengan perjuangan dari nol menjadi Doktor dari Columbia University dan menjadi Ministry of Law di India. India juga pernah memiliki presiden dari kaum Dalit.

Tapi apakah ini berarti kaum Dalit mengalami perubahan?
Sama sekali tidak…

Hanya 3% kaum Brahmana di India tetapi mereka tetap yang memiliki peran penting dalam semua bidang. Ada 75% kaum Dalit di India, tapi mereka tetap menjadi kelas terendah.

Ambedkar ingin menghilangkan sistem kasta dan kata-katanya masih menjadi semangat kaum dalit yaitu

 

 "Our's is a battle not for wealth or for power. It is a battle for freedom. It is a battle for the reclamation of human personality." 

 

15 comments:

dimas anindityo said...

wakakaka, gw ngakak baca ini..

'M ' said...

orang Paria.

Lioni Beatrix said...

hihihi.. tata bahasa gue emang ngaco.. tapi lo ngerti maksud gue kan mak?

dimas anindityo said...

kakakak.. ngerti kok le, dan gw suka gaya lo menyatakan pendapat lo.. hehe

Lioni Beatrix said...

ah baguslah kalo begituuwwww

ric ky said...

jadi dravida = dalit?

Lioni Beatrix said...

semua dalit teh dravida tapi ga semua dravida itu dalit :D
ke india sok biar lebih jelas :P

riki dhanu said...

kejam sekali memang....

Lioni Beatrix said...

oiya ternyata sebelum dravida ada di india, ada yang disebut adivasi people yang artinya orang-orang yang sudah ada di india sebelum dravida. mereka juga mendapatkan perlakuan tidak adil seperti dalit people. dan gue akan bertemu dengan orang-orang ini minggu depan! jadi ikuti kisah selanjutnya! uhuy!!

erick sulaiman said...

Hmm, untunglah diantara temen2, gw masih termasuk waisya atau ksatria untuk urusan poyok-poyokan.

Lioni Beatrix said...

dasar!

irma chantily said...

kalo kaum paria gimana li? apakah mereka sama dengan dalit?

Lioni Beatrix said...

iya.. paria teh dalit.. dalit itu nama yang diberikan oleh Dr. BR Ambedkar. orang2 tertindas di sini disebut dalit..

Thomas Septi Widhiyudana said...

kl baca Republik-nya Plato jg ada Kasta oni.....

Lioni Beatrix said...

i know :)