Saturday, December 15, 2007

ini mimpi saya...

saya masih ingat di pertengahan tahun 2000, pertama kali saya mengobrol tentang komunis dengan seorang teman.
saya juga masih ingat di tahun yang sama saya tercebur dalam satu diskusi tentang marx di salah satu loteng hangat di kota bandung.
saya terus saja ingat apa yang diobrolkan bersama orang-orang di salah satu channel MIRC tentang apapun itu dari marxisme, utopis, zapatista, komunisme, feminisme, kapitalisme, dan lain sebagainya.
sampai saya memiliki mimpi suatu saat manusia bisa hidup bersama, berbagi, tanpa kekerasan, tanpa uang, tanpa batas, tanpa pemerintah, tanpa aturan.

kala itu ada seorang teman yang sudah bekerja dan mapan lalu menghina saya dan mimpi itu..
"umur kamu masih 20.. belum tau susahnya hidup kayak apa! ntar kalo udah kerja dan punya duit..mimpi kamu itu pasti dilupakan begitu saja. cape tau untuk mengejar mimpi kamu itu!"
saya marah ketika itu dan bilang ke dia
"terserah apa kata kamu.. ini mimpi saya. dan lihat saja ya.. 5 tahun ke depan saya akan masih seperti ini..!"

tujuh tahun berlalu.. saya bertemu dengan teman ini..
dia bertanya "masih punya mimpi yang dulu?"
dan saya hanya tersenyum "masih..."
lalu dia membalas dengan sinis "buang-buang waktu.. cape sendiri!"
aneh ya. urusan dia apa klo yang cape saya sendiri.. hihihihi..

iya. saya masih punya mimpi seperti ini.
udah tau juga betapa sulitnya untuk mewujudkan mimpi ini.
apalagi dengan keadaan gue yang kadang bertolak belakang dengan mimpi itu.
apalagi dengan kenyataan kalo mimpi saya suatu saat akan terwujud pertanyaan selanjutnya adalah "LALU APA?"

menyadari bahwa di dalam order ada chaos dan di dalam chaos selalu ada order...
jika mimpi itu terwujud akan seperti surga rasanya
tapi muncul lagi di kepala saya..
"hum.. kalau surga seperti itu keadaannya.. lalu apa? anjis.. bakal membosankan sekali..!"

saya tau ada beberapa negara maju dimana masyarakatnya sudah mapan sekali bahkan tidak usah memikirkan besok makan apa atau besok kalau gue sakit bayar pakai apa.. tapi ternyata banyak manusia di negara itu yang memilih untuk bunuh diri karena bosan. bahkan ada seorang finlandia yang sudah mapan memilih untuk jadi buruh di cina untuk merasakan perjuangan hidup. supaya tau rasanya sulit untuk mempertahankan hidup..

jadi kesimpulannya peperangan, kekerasan, polusi, wabah penyakit, kelaparan, prostitusi, korupsi, agama, dan semua permasalahan di dunia ini sebenarnya muncul karena manusia menghindari rasa bosan.
supaya hidup selalu berarti
supaya hidup bisa diperjuangkan
supaya manusia menghargai hidup..

lalu bagaimana dengan mimpi saya?
saya berpikir kembali dan tersenyum...

kalau dari awal hidup manusia sudah mapan dan tertata baik..
saya tidak akan punya mimpi..







16 comments:

'M ' said...

gue rasa kalau dari awal hidup sudah tertata dengan baik, lu akan punya mimpi chaos, bukan mimpi order ;)

heri . said...

order chaos = pesen t-shirts maksud nya ya... :D

erick sulaiman said...

wah, berarti mungkin sbnernya pemerintah kita itu bijaksana, jadi supaya tetep rakyat pada punya tujuan hidup, mereka bela-belain korupsi, jadi negara melarat dan rakyat sekarat tapi ga bosen idup...

Dita Anggraeni said...

Hei kamu mungkin akan bertemu teman-teman dengan mimpi yang sama di Schoop of Peace thea. Just to let you know that you are not alone in this world.

Lioni Beatrix said...

iya dan gue akan menjadi seorang diktator!! HORE!

Lioni Beatrix said...

pastinya donk ahhh!

Sulfiza A said...

kita punya mimpi yang sama kok...
gw juga punya banyak teman yang serupa dan tanpa sadar kita sudah menyerupai komunitas yang underground hehehe...

Lioni Beatrix said...

iya senang deh mengetahui masih banyak orang yang punya mimpi yang sama dengan lioni.. terus berjuang ya! hehe

Lioni Beatrix said...

ya bisa jadi teori konspirasinya begitu... HAHAHAHA.. abisnya cape uy lama-lama mikirin kenapa pemerintah begitu dan kenapa masyarakatnya begini. susu tumpe deh... sepertinya mendengar kata-kata "menjadikan dunia lebih baik" itu mulai terdengar klasik banget. jadinya berjuang saja untuk teman-teman sekitar.. rasanya berarti sekali. ga usah muluk-muluklah "membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik".. ihhh!

niken a said...

ya iyalah...
secara dunia yang lebih baik buat gw belum tentu lebih baik buat elu, gituuu...

*bacanya dengan nada cewek sinis gitu, ya, Li*

Lioni Beatrix said...

ahak ahak ahak... hihihihi.. emang cewe sinis punya dunia ya?
*dengan nada sok sok pintar*

'M ' said...

apa ini percakapan filsafat hidup ini...
aku hanya ingin hidup berkecukupan Li, itu mimpiku. Maw belanja cukup gesek, maw jalan2 cukup angkat telpon pesen tiket, maw ketemu Orlando Bloom cukup sms...
cukup kan?

Lioni Beatrix said...

apa? ketemu orlando bloom? MAUUUUU!!!! itu mah ik juga mau!!!!! itu seperti gue terbengong bengong melihat handphone virtue seharga 100 juta rupiah di EX. Gue ampe ngomong "KALO SEKALI TEKAN TOMBOL MANAPUN (TANPA TAHU NOMERNYA) HANDPHONE ITU BISA LANGSUNG NYAMBUNG KE HANDPHONE SI JONATHAN DAVIS ATAU MUNKY.. APAPUN AKAN KULAKUKAN DEMI PUNYA VIRTUE!" itu aja deh.. cukup!

niken a said...

henpon apaan tuh harganya 100 juta???
bisa dibeliin sopteks segudang tuh. ditata rapi, dikasih sprei, trus dijadiin kasur.
hayaah!!

Lioni Beatrix said...

virtue niken... featurenya gitu gitu aja sih cuma pernak perniknya dari berlian semuaaa...

niken a said...

hoooh...copotin aja berliannya.
jadiin kalung, anting, cincin...
ato jual lagi, buat modal jalan2. hahahahah