Tuesday, November 13, 2007

Apa hubungannya antara amal yang kamu lakukan dengan kesialan yang kamu terima?

        seorang perempuan memberi uang pada pengamen di bis yang ia naiki setiap pagi pergi ke kampus. perempuan itu tidak mengharapkan apa-apa selain menginginkan sekali si pengamen cepat pergi agar ia bisa mendengarkan mp3 playernya dengan nyaman dan berkontemplatif ria di sudut jendela bis.

        ia baik hati, kadang tidak sombong, suka memberi, dan tentunya ceria sekali walau kadang mulutnya bisa manyun sepanjang jembatan ampera sana..

        suatu hari perempuan ini mengalami kesialan yang beruntun..pertama, urusan paspornya dipersulit oleh para PNS di kantor imigrasi dan hampir menyebabkan pertengkaran sengit yang cukup serius.

        lalu kemudian tanpa sengaja akibat ketololan dan ngantuk, ia mendermakan 30 ribu rupiah pada supir taxi Gamya (AH UDAH MAH TAXI ITU TEH MATRE, DAPET UNTUNG LAGI DOI!)

        tapi belum cukup.. keesokan harinya ia mendapat nilai kecil dalam esai pertama tentang Aristoteles. judulnya saja salah. SEJAK KAPAN ARISTOTELES BERPIKIR TENTANG TEORI EMPIRISME YANG BARU MUNCUL DI ABAD 17? Pemikiran keliru akan berakhir dengan kesimpulan yang keliru pula...apa yang dipikirkan perempuan ini? dia membaca buku dalam keadaan mabok dan tidak menyadari bahwa Aristoteles hanya memberi pengaruh saja ada empirisme bukan berarti menemukan! mabuk lagi... ahhh..mabuk lagi!!
       
        karena tidak tahan dengan kesialan yang beruntun, perempuan ini berbagi kisah dengan temannya.. setelah lama bercerita..teman itu mengeluarkan celetukan MAKANYA BANYAKIN AMAL!!

        si perempuan ini terdiam, berusaha mencari memori-memori tentang sebuah ajaran atau teori atau ilmu pengetahuan yang pernah ia dengar atau baca dan terus berusaha mengetahui apa hubungannya antara amal dan kesialan?
   
     bukankah apa yang perempuan ini lakukan secara bersamaan pula orang lain pun melakukannya juga. bukankah ini merupakan keterhubungan yang luar biasa rumit dimana segalanya bisa terjadi tergantung dari ketelitian, kehati-hatian, kecermatan, kewaspadaan, dan kemampuan manusia untuk bergerak dan melakukan apa saja yang ia mau?
       
        ini pun berhubungan dengan tindakan orang perorang yang akan ditemui secara sengaja ataupun tidak di tengah jalan bahkan di depan wc sekalipun. sebuah sistem yang sulit dihitung probabilitasnya walaupun menurut perempuan ini matematika pasti bisa menghitungnya..dan pada akhirnya akan terjadi keseimbangan.. entah itu antara kesenangan dan kemarahan, kerugian dan keuntungan dll dsb..
      
        lucu ya.. semakin kapitalis aja dunia ini bahkan dalam amal sekalipun..

        GEBLEG GEBLEG.. dasar dunia empiris! HAHAHAHHAHA

13 comments:

lilin isnain said...

brarti saya jg harus byk beramal niiii.... makasi tegurannya kak.... :)

Bryan Tamara said...

mabok apa sih li sampe ancur gitu haha

tarlen handayani said...

ck ck ck ck ck..... hihihihihi

'M ' said...

bert, ini merupakan pandangan yang salah, butut, goblog, koplok!!!!!
Pandangan kurang amalan itu hampir sejalan dengan "lu nggak akan bahagia kalo lu nggak sengsara". NAJIIIIISSSSS.... Gue kurang sengsara apa cobaaa!!!
(sekarang bahagia sepetek... tapi apakah gue masih harus menebus bahagia sepetek ini dengan derita sepanjang jalan kenangannn???!!!! NAJIS MENDINGAN GAG BAHAGIA AJA, BIAR GAG SENGSARA)

Dita Anggraeni said...

Weiss... Kalem Jeng..

niken a said...

hadoooh...dua paragraf panjang yang di akhir2 itu gw skip, li.
lieur macana.

'M ' said...

Fast reading: Apa hubungannya antara anal yang kamu lakukan dengan kesialan yang kamu terima?
ihihihi....

Dita: itu hanyalah ledakan hormonal sekejap...

Lioni Beatrix said...

ouw anal.. anal...

Lioni Beatrix said...

urang oge da.. nyantei wee.. ngarana ge ngacapruk..

Lioni Beatrix said...

mabok cinta donk...

Dita Anggraeni said...

Naha jadi anal ya? Mungkin selain amal, anal ini juga penting..

niken a said...

tentu saja anal itu penting, dita.
anal dan isinya itu adalah topik utama pembicaraan kita sehari2, bukan?
kekekekeke....

Lioni Beatrix said...

ya ken bener! anal lho! anal! seperti lock and lock! ANALL!