Saturday, October 20, 2007

menjadi indonesia dan mencari indonesia

siapa diantara kalian bisa membedakan antara menjadi dan mencari Indonesia?
jujur saja.. liburan yang sangat membosankan ini gue isi dengan usaha yang mati-matian untuk mencari perbedaan dari dua hal di atas.

pada akhirnya gue cuma menghela nafas dan tertidur dengan suxes tiap kali gue membaca teori-teori yang mendukung pencarian gue terhadap dua hal yang menyebalkan ini!
sampai tadi sore... gue terbangun karena suara adzan yang sangat  memekakan telinga (maaf ya.. ini salah ortu gue koq yang membeli rumah tepat di belakang mesjid). dan entah kenapa baru gue keluhkan sekarang-sekarang ini.. kemana saja gue selama 18 tahun sudah tinggal di rumah itu ya? humm..

yo wis.. pokoknya.. ketika gue bangun dari tidur yang sangat singkat itu akhirnya gue menemukan.. tidak ada perbedaan antara menjadi dan mencari Indonesia. cuma permainan kata yang dipake dua orang penulis berbeda yang berusaha menemukan identitas indonesia. apa ini berarti kalau lo mau menjadi indonesia lo mesti mencari indonesia atau sebaliknya?

gue teringat dengan kata-kata Pram waktu sore kami bersama-sama menghisap djarum super di teras rumah sambil menikmati hujan..
"mana ada itu indonesia.. itu pemberian belanda. yang ada kan nusantara. kenapa mereka ga pake nusantara? malah memilih kata indonesia?"

pada akhirnya gue menyayangkan dengan pemilihan  nama negara ini menjadi indonesia.  ini membuktikan kalau negara ini mengalami fractured identity (ciyeehhhh). negara ini dibentuk dari warisan kolonial dan untuk sekarang ini lo cuma bisa menikmati bahkan meneruskan warisan ini.. ya standar lah.. manusia indonesia itu maunya disuapin aja, tahu beres, pemalas, penjilat (semuanya dijilattt..pokoknya mah yang enak-enak main jilat aja lah), dan tentunya manusia indonesia cenderung untuk diam dan menurut apa kata penguasa. lalu yang tersisa adalah ketika semua sudah mencapai puncak dan situasi ketertekanan itu tidak terbendung lagi.. manusia indonesia hanya bisa mengamuk.. saking itu menjadi ciri khas manusia indonesia kata amuk sudah masuk kamus bahasa inggris lho.. bangga ga kalian? keren yaa.. hihihihih..

dan ironisnya penguasa ga bisa berbuat apa apa ketika rakyatknya mengamuk.. YA IYALAHHH.. mana peduli mereka! kenal rakyat yang milih mereka supaya duduk enak di kursi jutaan rupiah aja GAK! bisanya apa? ngomonggggg aja teruss di depan corong mik dari para pencari berita... ahh anjis.. males pisan ya ngomongin mereka.. cape lah..

kenapa ya butut pisan negara ini teh.. saya mah lieur da.. tapi udah keburu cintaa...
terus tiba-tiba tadi siang juga ada binatang purba serupa cecunguk yang memiskol saya.. akhirnya saya telepon dan menyambunglah topik pembicaraan kami ke arah menjadi indonesia itu..

GIMANA CARANYA SUPAYA  SUKU-SUKU YANG ADA INDONESIA (yang bisa dikatakan sebuah analogi dari dunia ini) MERASA KALAU MEREKA ITU MEMILIKI INDONESIA?
kalo kita menemukan jawaban dari pertanyaan ini mungkin masalah identitas yang dimiliki oleh begitu banyak suku bangsa di dunia ini akan terpecahkan. we hope so..

anjissssss.. tulisan apa inii lioniiiii...

*begitu buruknya liburan ini bagi gue*


22 comments:

Syahnanto Noerdin said...

Tulisan ini sama halnya dengan mencari tahu asal mula nama "Indonesia". Dimana
pada zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama.
Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai *Nan-hai*
(Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai
kepulauan ini *
Dwipantara* (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata
Sansekerta *dwipa* (pulau) dan *antara* (luar, seberang).

Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan
pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke
*Suwarnadwipa* (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di
Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita *Jaza'ir al-Jawi* (Kepulauan Jawa). Nama
Latin untuk kemenyan adalah *benzoe*, berasal dari bahasa Arab *luban
jawi*(kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyandari
batang pohon *Styrax sumatrana* yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra.

Sampai hari ini jemaah **** kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang
Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. "Samathrah, Sholibis,
Sundah, kulluh
Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)" kata seorang pedagang di
Pasar Seng, Mekah.

Gustaff Harriman Iskandar said...

Apeu...hahahah...

ric ky said...

lo baca teori2 tapi ga bisa nemu jawaban. habis tidur lo bisa nemu jawaban. enaknya...

senja . said...

indonesia ada di kaca cermin, di dalam kamar tidur.

niken a said...

Apanya dari Indonesia yang bisa dirasa untuk dimiliki oleh suku-suku itu, li?

Bahasanya? Sampai sekarang aja banyak orang Indonesia yang ga bisa berbahasa Indonesia. Sebagian malah lebih fasih ngomong pake bahasa Arab, Inggris atau Mandarin. Udah gitu, sekarang banyak banget sekolah2 internasional yang membiasakan murid2nya berbahasa Inggris, padahal isinya orang Indonesia semua (plus guru2nya juga).

Kekayaan Alamnya? Yang mana? Yang udah diambil alih oleh perusahaan asing demi kesejahteraan perusahaannya? Emang Indonesia itu memiliki kekayaan alam ya? Kok rakyatnya masih banyak yang miskin? Masih banyak yang ga lulus SD?

Gw rasa akan susah sekali buat suku-suku itu merasa memiliki Indonesia, kalau sesuatu yang bernama Indonesia ini kerjaannya naikin harga BBM, mengeksploitasi "kekayaan negara" untuk kepentingan segelintir orang, ngegosipin artis2 lewat infotainment atau bikin sinetron tentang kenek angkot cewek yang hidupnya cuma ngurusin cinta, ga pernah keliatan kerja, tapi punya rumah yang ukuran dan isinya cukup layak.

Huwoooh...ngelanturnya panjang sekali. Udah ah, Li. Gw udah mulai out of focus nih kayaknya.

'M ' said...

Bagaimana bisa menjadi kalau belum tahu? Karena belum tahu maka mencari.

Tapi kadang aku merasa aku sudah menjadi Indonesia, tapi lalu otakku berkata 'menjadi? atas dasar apa?" dan aku berkata "atas dasar konsensus" yang lalu ditanya "konsensus siapa?" yang menimbulkan serangkaian jawaban dan pertanyaan lainnya.

Tapi Li... berhubung rumah lo deket masjid, gue mau nanya apa bedanya menjadi Islam dan mencari Islam?

niken a said...

Oya, Li, kalo menjadi Indonesia itu kan berarti tadinya nggak Indonesia. Trus kalo gitu sebelumnya dia apa?
Kalo dari kecil sudah merasa orang Indonesia, itu gimana dong?

Lioni Beatrix said...

wanjissssss.. mampuss.... pertanyaan apa ini??? salah nih gue buat tulisan semacam ini.. wuakakka

Lioni Beatrix said...

NIKEN : itulah yang tadi kami obrolkan bersama arief.. jawabannyaaa panjaaaanggg bangettt ken... sumpah deh ken.. aku mengobrol dengannya dari jam 3 ampe jam 9 malem.. jadi ken.. kalo gue jawab di sini kebayang panjangnya kayak apaaa.. hahahaha.. tapi intinya adalah.. si suku-suku ini berasa mempunyai rumah di indonesia dengan adanya bahasa indonesia. tapi sayangnya sampai skg pun ga berhasil.. ya seperti lo bilang tadi.
kalau kekayaan alam.. iya ken.. kita kaya bangettt.. sampai-sampai kayaknya kita ga butuh nuklir untuk membangkitkan listrik.. tapi hanya angin pantai.. pokoknya kekayaan negara ini sangat edaannn.. kalopun kita diembargo ama seluruh dunia, gue yakin koq negara ini akan baik-baik saja. tapi kenapa itu ga terjadi? hehehe.. panjang lagi ken.. hiks.. ini semua gara-gara dagang ken. sedih yaa.. hiks dan tentunya kepentingan pihak tertentu yang sayangnya pihak tertentu itu adalah kaum intelektual di indonesia.. DARI JAMAN DULUUUU! sedih ga sih lo??

Lioni Beatrix said...

mirna : huaaaa.... menjadi islam dan mencari islam yaa? najis lo min.. mana ik taw.. nanti kalo ik tulis panjang2 di sini taunya di fatwa mati gimana? hiks.. lo tega ih!

Lioni Beatrix said...

vaganzatea : ngolotok pisan ya kamu teh.. hehehe.. makasi looo atas infonya! nah ketemu kan jawabannya.. indonesia itu = jawa :D

Lioni Beatrix said...

edann ini seperti parmenides dan herakleitos pertengkarkan ya ken...saya aja lieur.. mereka aja mati duluan sebelum ketemu jawabannya.. WUAKAKAKKAA.

nah itu ya ken.. menjadi indonesia juga harus dilihat dari sisi mana? kebutuhannya apa?
kalo lo dari kecil merasa orang indonesia karena orang sekeliling lo.. itu sebuah pranata yang sudah dibentuk kan? tanpa sadar... ada aturan main dimana lo maen terima aja dari lingkungan sekitar.
ga gimana gimana sih.. da pada dasarnya orang bebas memilih teh omong kosong karena ada aturan main di sekeliling lo.. tanpa sadar lo ikutin.. kalo lo ga mau berarti pranata nya yang butut.. gettooo boo
*sekelumit pelajaran kilat dari cecungkuk purba*

maap ya kalo kurang menjawab..nanti kita ngobrol deh di bandung...

Lioni Beatrix said...

da kumaha deui atuh.. lieur waee maca teori-teori si iyeu jeung si eta.. bolak balik bekog siah.. jadi weee sare.. hudang-hudang panggih ajah! halah..sundomu iku, tho ndo..wuelek tenan!! hehehe

Dita Anggraeni said...

Indonesia saya temukan di pantai-pantai biru turkis dan pasit putih itu. Juga di coklatnya nelayan dan birunya langit. Serasa pulang kampung. Jauh dari infotainment, pengaruh fashion dan polusi. Semoga Indonesia akan selalu punya semua itu.

ric ky said...

Mungkin mo menjadi atau mencari Indonesia perlu baca ini dulu biar ngerasa:

Malaysia memang top buanget deh...
Urat malunya sudah putus banget
Setelah lagu Rasa Sayange
Kini lagu Kicir-Kicir telah diklaim punya Malaysia
Malah mencantumkan nama si pengarang "Nazeem Bin Yusoof"...

Malah wayang akan di klaim punya Malaysia
Ketika ditanya hal ini
Menteri Pariwisata Malaysia dengan kalem mengatakan," Indonesia tidak berhak mengklaim karena wayang berasal dari budaya Hindu yang ada di India. Kemudian abad ke 7 baru masuk ke Indonesia."
Hehehe... gile ye... dia bisa bercerita dengan fasih tentang sejarah dan budaya Indonesia..

*Lagi Kicir-kicir juga dari malaysia(katanya) *
"Kicir2"ciptaan: Nazeem Bin Yusoof

Kicir kicir ini lagunya
Lagu lama ya pa'cik dari Malaka
Saya menyanyi ya pa'cik memang sengaja
Untuk menghibur menghibur hati nan duka

Burung dara burung merpati
Terbang cepat ya pa'cik tiada tara
Bilalah kita ya pa'cik suka menyanyi
badanlah sehat ya pa'cik hati gembira

Buah mangga enak rasanya
Si manalagi ya pa'cik paling ternama
Siapa saya ya pa'cik malas bekerja
pasti menjadi menjadi warga Malaysia

Lioni Beatrix said...

hum.. iya yah..lucunya banyak dari kita yang cuek kalo itu direbut atau diklaim.. bahkan cenderung ga peduli.. soalnya rasa punya dan sebagai indonesia aja ga ada. skg orang batak melihat lagu kicir2 yang punya betawi itu direbut peduli ga? atau wayang yang berkembang dijawa itu diklaim malaysia, apakah orang papua peduli? da itu teh bukan budaya nasional atuh.. mana ada bentuk budaya nasional? atau budaya indonesia? dimana ketika itu terancam seluruh masyarakat dari ujung sabang sampai ujung merauke bakal mati2an mempertahankan budaya itu?

'M ' said...

bert... haha itu kayak gue diomelin 90 menit sama cunguk gara2 gue nanya "apa sih identitas Indonesia itu?"
kayaknya kita bisa kompak nih Li nulis beginian... cieh gelisah identitas kebangsaan. HYEKEKEKEK

niken a said...

duagh...huweeekkkk....
doh, pembicaraan ini terlalu serius untuk otak gw yang suka korslet ini. Jadi, li, komen2 gw di atas teh terjadi karena gw lagi korslet. begitu lu jawab balik, langsung berasa muntah darah. wahahahaha....

iya, nih, li. obrolan ini seperti memutar ulang waktu si mindang ribut2 soal identitas indonesia.
kalo sampe ada satu orang lagi yang deket2 ama gw dan ngomongin identitas indonesia, gw bisa mati kehabisan darah nih. WAKAKAKAKAKA

Lioni Beatrix said...

lo kan emang tertarik ama topik beginian.. nah gue? gara2 tugas kuliah..
tapi cukup seru juga min..
ayo ah mulai mencari indonesia...
dari mana dulu yaa??

Lioni Beatrix said...

jadi kurusan donk, ken ? :)

Lioni Beatrix said...

kurusan donk, ken?

niken a said...

iya, nih, li. Udah kayak tengkorak idup nih gw. Tinggal tulang terbungkus kulit.
halah!